Kecintaan Imam al-Syafi'i pada Bidang Fiqih dan Hadist. Besar di lingkungan ulama dan cendekiawan muslim, Imam al-Syafi'i kerap berguru pada ulama serta ahli sastra untuk belajar berbagai sastra Arab. Kecintaan Imam al-Syafi'i terhadap sastra Arab kelak akan mengantarkan sang guru besar lebih mudah memahami Al Quran dan Hadist.
Foto: Egypt Today. Kisah Perjalanan Imam Syafii Menuntut Ilmu (1). Pemakaman keluarga kerajaan Mesir Mohammad Ali Pasha atau Hosh al-Basha di Masjid Imam Syafii. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Syafi'i adalah pendiri mazhab Syafi'i yakni mazhab fikih dalam suni yang sangat banyak pengikutnya.
Jika semua itu usai terlewati—dengan mutqin atau tuntas—maka dia bisa dikatakan lulus dalam mempelajari ilmu fikih mazhab Syafi'i. Dalam hal ini beliau mewanti-wanti tentang pentingnya Syaikhun Fattah (seorang guru yang mumpuni) dalam membimbing hingga gerbong akhir fikih mazhab Syafi'i.
Syafi'i kembali ke Mekah dan belajar ilmu fikih pada Imam Muslim bin Khalid az-Zanni, seorang ulama besar dan mufti di kota Mekah, sampai memperoleh ijazah berhak mengajar dan memberi fatwa. Selain itu, Syafi'i juga mempelajari berbagai cabang ilmu agama lainnya seperti ilmu hadis dan ilmu Al-Qur'an.
Imam Syafi'i sebagai ulama yang terus akan haus tentang keilmuan agama, beliau kemudian meminta ijin kepada Imam Malik untuk melanjutkan belajar ke Irak memperdalam ilmu fikih dari penduduk Irak, yaitu dengan murid-murid Imam Abu Hanifah. Imam Malik pun mengijinkan dan memberikan uang saku sebesar 50 dinar kepada Imam Syafi'i.
Di Madinah imam Syafi'I berguru kepada Imam Malik bin Anas untuk mendalami ilmu fiqih. Beliau saat berguru kepada Imam Malik mampu menghafal kitab Muwattha' hanya dalam 9 malam. Beliau juga meriwayatkan hadis dari Muhammad bin Syafi'I, Fudhail bin Iyadl, Sufyan bin Uyainah, dan lainnya.
Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi'i rahimahullah atau imam Asy Syafi'i adalah seorang imam dan ulama besar Ahlussunnah wal Jama'ah, yang mendakwahkan dan membela akidah Ahlussunnah. Bahkan beliau dijuluki sebagai nashirus sunnah (pembela sunnah). Maka sikap beliau tegas dalam berakidah.
Pengembaraan Imam Syafi'i dalam menuntut ilmu tidak bisa dianggap hal sepele. Di Makkah, beliau belajar fiqih kepada ahli hadits seperti Muslim bin Khalid al-Zanji (wafat 179 H) dan Sufyan bin Uyainah (wafat 198 H), di sana pula beliau telah menghafal kitab al-Muwaththa.Setelah itu, ia menuju Madinah dan belajar metode fiqih aliran tradisional kepada Imam Malik bin Anas yang dikenal sebagai
Imam Syafi'i mampu menyerap semua ilmu itu dengan baik. Hingga di fase ini, Imam Syafi'i mendapatkan derajat mumpuni dalam bidang fatwa, baik di bidang fiqh maupun bidang Hadits. Selain menimba ilmu agama, Imam Syafi'i juga belajar gramatika bahasa Arab ke pelosok-pelosok pedalaman jazirah Arab.
Pertama: Hendaknya memulai dengan kitab-kitab kecil atau ringkasan atau nazham rangkaian bait-bait sya'ir berisi ilmu Fiqh sebagai pengenalan terhadap mazhab imam As Syafi'i, seperti: Matan Taqrib karangan Al Qadhi Abu Syuja', Matan Qurrat Al 'Ain yang dikarang oleh imam Al Malibari dan Matan Zubad karya imam Ibnu Ruslan.
Makam Imam Syafi'i atau kalau di Maps tertulis Mausoleum of Imam al-Shafi'i beralamat di Al Abageyah, El Khalifa, Cairo. Berada di sebuah komplek yang sering disebut kawasan kota mati, karena sepanjang kawasan itu adalah pemakaman.. Bagi saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Mesir, tentu melihat segala sesuatunya dengan antusias kadang sampai ketingkat gumunan, bagi saya semua yang
Imam Syafi'i lebih dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam masalah hukum Islam (fikih), tetapi tidak seutuhnya karena alasan ini, yakni keterkaitan fikih dengan ilmu kedokteran dalam kasus-kasus tertentu, Imam Syafi'i menggeluti ilmu-ilmu medis.
Cara mudah mempelajari fikih adalah dengan mempelajarinya melalui fikih madzhab. Bahkan yang terbaik adalah mempelajari fikih madzhab di negeri masing-masing, seperti fikih Syafi'i untuk di negeri kita. Jika cara ini yang ditempuh, maka akan mudah bagi kita untuk mengajarkan fikih di tengah-tengah masyarakat dan tidak terlalu berseberangan.
Fiqih Imam Syafi'I adalah kombinasi antara ahli logika, yaitu golongaan Abu Hanifah dan fiqih ahli hadis yaitu golongan Malik. Pada setiap golongan ini terdapat jalan tersendiri dalam memahami, menalar, dan mengambil kesimpulan.
GuYqN.
belajar ilmu fiqih imam syafi i